100 Pahlawan Nasional Terhebat Indonesia

Wednesday, August 21, 2013

Pahlawan nasional yang paling berpengaruh adalah tokoh yang menjadi sumber inspirasi dan idola bagi sebagian besar orang Indonesia. Korando telah memilih Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan nasional terhebat sepanjang sejarah bangsa ini. Segala tindak dan perilaku, penampilan, ucapan dan tindak tanduk orang berpengaruh tersebut selalu menjadi sorotan, perhatian dan dinantikan media masa dan masyarakat Indonesia. Untuk menyusun urutan dan rangking adalah sesatu hal yang paling sulit. Bila penyusunan urutan dilakukan pasti banyak timbul kontroversi dan silang pendapat oleh semua orang yang melihatnya. Namun, dalam penyusunan Pahlawan Nasional paling berpengaruh tersebut bukan kontroversi dan perbedaan itu yang diutamakan. Tetapi paling tidak dapat dijadikan sumber inspirasi dan panutan bagi masyarakat bangsa ini dikemudian hari.
Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Raden Mas Ontowiryo.  Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, beliau memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak. Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat “perang sabil” yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong.Perjuangan Pangeran Diponegoro ini didukung oleh S.I.S.K.S. Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya Bupati Gagatan. Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden.
Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830.
Dibalik kehebatan manusia Indonesia yang berpengaruh tersebut, pasti ada sisi kekurangannya. Seharusnya segala kekurangan tersebut tidak menutupi nilai positif dan prestasi yang dicapainya selama ini. Kekurangan ini jugalah dapat dibuat pelajaran hidup bagi semua orang bahwa manusia selalu tidak ada yang sempurna dan bukan dijadikan anutan. Disamping itu tokoh yang berpengaruh di Indonesia bukan hanya karena prestasinya, tetapi akibat pemberitaan pers yang berlebihan tokoh ini bisa mempengaruhi masyarakat perilaku masyarakat kita
Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah beraniKata “pahlawan” berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama.
Pahlawan nasional Indonesia adalah warga Indonesia yang telah meninggal dunia, telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik, atau perjuangan dalam bidang lain mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dan telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
Pahlawan nasional adalah seseorang yang telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia Pengabdian dan perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya, tidak sesaat, dan melebihi tugas yang diembannya. Perjuangannya mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional. Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi. Memiliki akhlak dan moral yang tinggi. Pantang menyerah pada lawan ataupun musuh dalam perjuangannnya. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang merusak nilai perjuangannya.

Inilah 100 Pahlawan Nasional Terhebat Sepanjang Sejarah Indonesia Versi Korando

  1. Pangeran Diponegoro
  2. Soekarno
  3. Jenderal Soedirman
  4. Raden Ajeng Kartini
  5. Ki Hajar Dewantara
  6. Untung Suropati
  7. Teuku Umar
  8. Cut Nyak Dhien
  9. Yos Sudarso
  10. Kiai Haji Ahmad Dahlan
  11. Haji Agus Salim
  12. Jendral Besar Abdul Harris Nasution
  13. Marsekal Muda Abdulrachman Saleh
  14. Cut Nyak Meutia
  15. Dewi Sartika
  16. Ernest Douwes Dekker
  17. Wage Rudolf Supratman
  18. Wahid Hasyim
  19. Wahidin Sudirohusodo
  20. Prof. Mr. Achmad Subardjo
  21. Oto Iskandar di Nata
  22. Sultan Ageng Tirtayasa
  23. Sutan Syahrir
  24. dr. Soetomo
  25. Syafruddin Prawiranegara
  26. Jenderal Ahmad Yani
  27. Drs. Mohammad Hatta
  28. Teungku Cik di Tiro
  29. Pangeran Antasari
  30. Suprijadi
  31. Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyari
  32. Jenderal Basuki Rahmat
  33. Slamet Riyadi
  34. Kapitan Pattimura
  35. Robert Wolter Monginsidi
  36. Dr. Saharjo S.H
  37. Jenderal Gatot Subroto
  38. Sultan Hasanuddin
  39. Halim Perdanakusuma
  40. Sri Sultan Hamengkubuwana
  41. CZdr. Cipto Mangunkusumo
  42. Marsekal Muda Agustinus Adisucipto
  43. Sisingamangaraja XII
  44. Fatmawati
  45. Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai
  46. Martha Christina Tiahahu
  47. Laksamana Laut Martadinata
  48. Kiai Haji Mas Mansur
  49. Tuanku Imam Bonjol
  50. Sultan Iskandar Muda
  51. Ismail Marzuki
  52. Marsekal Madya Iswahyudi
  53. Gusti Pangeran Harya Jatikusumo
  54. Ir. Raden Juanda Kartawijaya
  55. Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo
  56. Mohammad Husni Thamrin
  57. Prof. Mohammad Yamin S.H.
  58. AIP Karel Satsuit Tubun
  59. Tan Malaka
  60. Tuanku Tambusai
  61. Nyi Ageng Serang
  62. Oemar Said Tjokroaminoto
  63. Prof. Dr. Suharso
  64. Kiai Haji Abdul Halim
  65. Prof. Dr. Soepomo
  66. Dr. G.S.S.J. Ratulangi
  67. Kiai Haji Samanhudi
  68. Sri Susuhunan Pakubuwana VI
  69. Letnan Jenderal Suprapto
  70. Sri Susuhunan Pakubuwana X
  71. Prof. Dr. Hazairin
  72. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes
  73. Bung Tomo
  74. Nuku Muhammad Amiruddin’
  75. Ferdinand Lumbantobing
  76. Raja Haji Fisabilillah
  77. Gusti Ketut Jelantik
  78. Teuku Mohammad Hasan
  79. Haji Adam Malik
  80. Ki Sarmidi Mangunsarkoro
  81. Kiras Bangun (Garamata)
  82. Dr. Kusumah Atmaja S.H.
  83. Dr Johanes Leimena
  84. Johannes Abraham Dimara
  85. La Madukelleng
  86. Gusti Ketut Pudja
  87. Nya’ Abbas Akup
  88. Mayor Jenderal Adenan Kapau Gani
  89. Sukarjo Wiryopranoto
  90. Maskoen Soemadiredja
  91. dr. Moewardi
  92. Dr. Ida Anak Agung Gde Agung
  93. Prof. Dr. Iwa Kusumasumantri
  94. Raden Mas Soerjopranoto
  95. Idham Chalid
  96. Sultan Agung Hanyokrokusumo
  97. Muhammad Natsir
  98. Nani Wartabone
  99. Pajonga Daeng Ngalie K araeng Polongbangkeng
  100. Suroso R.P
PAHLAWAN NASIONAL LAINNYA YANG JUGA TIDAK KALAH HEBATNYA DALAM SEJARAH INDONESIA
  • Kiai Haji Fakhruddin
  • Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono
  • H. Ilyas Yakoub
  • Izaak Huru Doko
  • Mayor Jenderal Pandjaitan
  • Laksamana Muda TNI (Purn.) Jahja Daniel Dharma
  • Wilhelmus Zakaria Johannes
  • Kiai Haji Zainal Mustafa
  • Gatot Mangkupraja
  • Kiai Haji Zainul Arifin
  • Silas Papare
  • Letnan Jenderal Siswondo
  • Kolonel Sugiono
  • Nyai Ahmad Dahlan
  • Siti Hartinah
  • Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
  • Sultan Syarif asim
  • Syech Yusuf Tajul Khalwati
  • Teuku Nyak Arief
  • Abdul Kadir
  • Abdul Muis
  • Alimin
  • Haji Abdul Malik Karim Amrullah
  • Kopral Harun bin Said (Thohir)
  • Letnan Jenderal Haryono
  • Arie Frederik Lasut
  • Mgr. Albertus Sugiyapranata S.J.
  • Raja Ali Haji
  • Raden Mas Tumenggung Ario Suryo
  • Bagindo Azizchan
  • Frans Kaisiepo
  • Brigadir Jenderal Hasan Basry
  • Tengku Amir Hamzah
  • Andi Abdullah Bau Massepe
  • Andi Jemma
  • Andi Mappanyukki
  • Haji Andi Sultan Daeng Raja
  • Kiai Haji Achmad Rifai
  • Sultan Thaha Sjaifuddin
  • Raden Mas Tirto Adhi Soerjo
  • Usman Janatin
  • Kapten Pierre Tendean
  • Pong Tiku
  • Marthen Indey
  • Radin Inten II
  • Ranggong Daeng Romo
  • Hajjah Rangkayo Rasuna Said
  • Rizal Nurdin
  • Opu Daeng Risadju
  • Muhammad Isa Anshary
  • Sultan Mahmud Badaruddin II
  • Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara I
  • Maria Walanda Maramis

0 comments:

Post a Comment